Apis Dorsata, Penghasil Madu Berkualitas

Untuk mengetahui sebuah madu memiliki kualitas baik atau tidak, lebah sebagai sumber penghasil madu, ternyata memiliki peran yang penting. Lebah penghasil madu umumnya berasal dari genus apis. Jenis lebah dari genus apis ini pun cukup banyak. Beberapa diantaranya, dapat dibudidayakan, dan yang lainnya hanya dapat hidup di alam liar, seperti lebah Apis Cerana. 

Lebah ini banyak tersebar di Asia, seperti Afghanistan, Cina, Jepang, dan Indonesia. Apis Cerana memiliki sifat yang agresif, sehingga sulit untuk dibudidayakan secara tradisional. Selain lebah Apis Cerana, masih ada jenis lebah apis lainnya yang dianggap sebagai lebah penghasil berkualitas. Yuk, baca terus artikel ini.

Apis Mellifera 

Lebah madu jenis ini menjadi favorit para peternak lebah. Produksi madunya sangat tinggi, satu koloni bisa mencapai 35-40 kg per tahun. Apis Mellifera dipercaya berasal dari Eropa, tepatnya dari daerah Italia, Yunani dan Perancis. Lebah ini mempunyai daya adaptasi yang baik terhadap berbagai jenis iklim. 

Apis Florea

Lebah ini bisa ditemukan di Indonesia, Oman, Iran dan India. Apis florea termasuk lebah liar yang tidak biasa dibudidayakan. Masyarakat di Indonesia sering menyebut lebah in dengan sebutan tawon. Lebah ini bisa hidup berdampingan dengan Apis dorsata, Apis mellifera dan Apis cerana. Produktivitas madunya relatif kecil hanya sekitar 1-3 kg per koloni per tahun. Di pasaran produk dari jenis lebah madu Apis florea dikenal sebagai madu lanceng.

Apis Dorsata

Jenis lebah madu ini hanya terdapat di hutan daerah subtropis dan tropis Asia, termasuk salah satunya di Indonesia. Apis dorsata selama ini belum bisa dibudidayakan. Produksi madu dari lebah ini masih diambil dari hutan, oleh karenanya sering disebut madu hutan.

Ukuran tubuh Apis Dorsata lebih besar dibanding madu jenis lainnya. Bisa sengatannya pun lebih menyakitkan dibanding jenis lebah budidaya. Lebah madu ini membuat sarang secara tunggal, biasanya bergantung pada cabang pohon atau tebing. Diperkirakan  dalam satu koloni, madu yang diproduksi bisa mencapai 15-25 kg per tahun.

Lebah jenis ini umumnya menghasilkan “Madu Multiflora”. Artinya, sumber madu yang dihasilkan berasal dari berbagai jenis tumbuhan. Hasilnya, rasa madu sulit untuk ditebak. Kadang terasa manis, asam, dan pahit.

Walaupun begitu, madu yang dihasilkan oleh Apis Dorsata, disebut sebagai madu terbaik lho. Dikatakan jika madu Apis Dorsata bebas dari pestisida dan polusi. Karena tumbuhan yang menjadi sumber makanan Apis Dorsata, berasal langsung dari alam hutan liar yang tidak terjangkau oleh pestisida dan polusi. 

Nah, untuk pilihan madu murni terbaik, Ya…Madurasa. 


Article Terkait