Mitos atau Fakta: Madu Dikerumuni Semut itu Nggak Asli?

Madu dikenal dengan berbagai macam manfaat untuk kesehatan manusia. Kandungan yang ada di dalam madu sangat kaya akan berbagai macam nutrisi. Tetapi banyak sekali kontroversi mengenai isu-isu cara pembuktian mana yang madu asli atau madu palsu. Akhirnya banyak cara-cara pembuktian madu asli atau madu palsu menjadi mitos yang tidak berujung hingga sekarang. 

Sering nggak sih mendengar kalau untuk mengetahui madu yang asli atau palsu dengan memberikan madu ke semut? Jika semutnya makan, maka madu itu adalah madu palsu. Ada banyak orang yang mengatakan hal tersebut, namun apakah itu merupakan informasi yang benar dan dapat dipercaya?  

Banyak sekali isu-isu teori, artikel atau blog, dan penelitian bahwa semut tidak akan mengerubungi yang madu asli. Beberapa juga mengemukakan bahwa madu asli yang dikerubungi semut adalah madu palsu. Semut lebih menyukai sirup atau gula daripada madu, belum tentu seperti itu. Cairan manis sangat disukai oleh binatang seperti semut. Namun, semut tidak hanya suka makanan yang manis. Bahkan kita juga sering melihat semut memakan nasi, tumbuh-tumbuhan, bahkan bangkai. Jadi, anggapan bahwa madu asli tidak dikerubungi semut itu sebenarnya tidak benar. 

Madu asli tidak dikerumuni semut hanyalah mitos saja

Ada beberapa madu yang semut tidak suka karena tingkat kekentalan madu yang sangat tinggi. Pada kenyataannya, semut lebih menyukai cairan yang manis, encer, dan memiliki kadar air yang tinggi. Semut tidak menyukai madu yang kental, karena kadar airnya sedikit sehingga sulit untuk dihisap. Maka dari itu, madu yang lebih encer lebih disukai semut. Namun, madu mengandung propolis anti-hama, sehingga setelah semut mengerubungi madu asli, maka beberapa hari kemudian semut tidak akan mengerubungi madu lagi.

Berdasarkan penetapan standar kekentalan/kadar Air Madu Internasional madu murni maksimal memiliki kadar air sebesar 19%, yang kurang sesuai untuk madu lokal Indonesia. Karena kondisi iklim Indonesia yang memiliki curah hujan lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara subtropis seperti Australia, Eropa, dan Amerika. Sehingga membuat hasil panen madu lokal memiliki kadar air yang lebih tinggi sekitar 21-24%. Oleh karena itu, saat musim hujan tiba banyak petani madu yang gagal panen karena kadar air yang tinggi serta lebah juga hanya menghasilkan madu yang sedikit saja.

Untuk memenuhi standar internasional tersebut, beberapa produsen madu lokal bertindak curang dengan mengentalkan madu dengan bahan pengental pangan seperti CMC dan gelatin. Ada juga produsen yang memanaskan madu agar kadar airnya turun dan lebih kental. Namun, proses pemanasan dengan suhu yang tidak tepat, akan menyebabkan kandungan enzim dan nutrisi pada madu hilang.

Nah, itu dia bahasan tentang mitos pembuktian madu asli atau palsu. Ternyata jika semut mengerubungi madu, belum tentu itu madu palsu ya. Lalu, bagaimana dengan Madurasa?

Madurasa merupakan produk madu alami yang berkomitmen untuk memproduksi madu alami tanpa bahan pengawet dan pengental apapun. Madurasa mengandung madu asli yang diperkaya dengan tambahan bahan-bahan alami kaya nutrisi untuk memberikan manfaat bagi tubuh manusia. Mengonsumsi Madurasa dapat meningkatkan daya tahan tubuh dan energi kalian selama beraktivitas seharian. Jangan lupa minum madu ya! Madu alami? Ya Madurasa. 


Article Terkait